
Sebuah serangan terencana meluluhlantakkan desa dan wilayah Kerajaan Virangala. Pada petang itu, saat angin kencang menderu di Desa Valdirejo, seekor elang raksasa muncul dan menebar kekacauan dengan kepakan sayapnya yang mematikan. Jenderal Batara dari Kerajaan Virangala segera mengerahkan pasukannya untuk menghalau serangan tersebut; hujan anak panah dilepaskan ke angkasa hingga akhirnya melukai makhluk itu. Di tengah kekacauan tersebut, seorang pemuda desa bernama Erlangga menyadari sesuatu yang ganjil. Ia melihat bahwa binatang itu terluka dan terbang tak terkendali. Didorong oleh rasa iba, ia mengikuti elang tersebut ke dalam hutan dan mengobati lukanya menggunakan bubuk cendana. Setelah merasa tenang berkat perawatan Erlangga, sang elang membawa pemuda itu terbang pergi. Jenderal Batara, yang menyaksikan kejadian tersebut, mulai menduga bahwa pemuda itu adalah keturunan Kerajaan Virangala—sebab konon hanya pewaris sejatilah yang mampu menjinakkan elang tersebut. Serangan itu membuat Valdirejo hancur lebur, dan kedai kain milik Kemala—pedagang sederhana yang telah membesarkan Erlangga sejak kecil—hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Namun, sebuah rahasia pun terungkap: Erlangga bukanlah anak kandung Kemala. Mengetahui hal itu, Erlangga bertekad untuk mengubah nasibnya dan membalas budi kepada wanita yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
ดู